Selasa, 20 Januari 2015

AKUNTANSI PERPAJAKAN

DASAR AKUNTANSI PERPAJAKAN

A. PENGERTIAN AKUNTANSI PERPAJAKAN
     Adalah akuntansi yang berkaitan dengan perhitungan perpajakan dan mengacu pada peraturan dan
     perundang-undangan perpajakan beserta aturan pelaksanaannya.

B. TEORI AKUNTANSI PERPAJAKAN
     adalah suatu penalaran logis dalam bentuk seperangkat azaz atau prinsip yang diakui dalam ketentuan
     peraturan perpajakan yang merupakan :
    a. Kerangka acuan umum untuk menilai praktek-praktek akuntansi
    b. Pedoman bagi pengembangan praktek-praktek dan prosedur baru
    c. Dapat dipergunakan untuk menjelaskan praktek-praktek yang sekarang, sedang         berjalan tetapi tujuan
        utamanya adalah mengadakan suatu kerangka acuan untuk menilai dan mengembangkan praktek
        akuntansi  yang sehat.

C. PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI PERPAJAKAN
     prinsip-prinsip yang akui dalam akuntansi perpajakan meliputi antara lain ;
    a. Kesatuan akuntansi/usaha ( economic entity )
    b. Kesinambungan ( Going Concern )
    c. Harga pertukaran yang objektif
    d. Konsistensi
    e. Konservatif

D. FUNGSI AKUNTANSI PERPAJAKAN 
    adalah mengolah data kuantitatif yang akan digunakan untuk menyajikan keputusan. oleh sebab itu maka
    akuntansi harus memenuhi tujuan kualitatif . Adapun fungsi akuntansi perpajakan adalah mengolah data
    kuantitatif yang akan digunakan untuk menyajikan laporan keuangan yang memuat perhitungan perpajakan.
   Adapun tujuan kualitatif akuntansi perpajakan antara lain sebagai berikut :
   a. Relevan
   b. Dapat dimengerti
   c. Daya uji / Verifiability
   d. Netral
   e. Tepat waktu
   f. Daya banding / Comparability
  e. Lengkap

E. PERSAMAAN AKUNTANSI PERPAJAKAN
    Dalam akuntansi dikenal beberapa persamaan yang dijadikan rumus dasar atau persamaan dasar yang
    menjelaskan hubungan antara kepemilikan dan kewajiban keuangan suatu perusahaan. Persamaan dasar
   dalam akuntansi perpajakan sama persis dengan akuntansi komersial yakni; " harta yang dimiliki  
   perusahaan ( aktiva ) sama dengan hak atau klaim atas harta tersebut ( kewajiban ) ditambah   
   dengan  modal". yang bisa diformulasikan dalam rumus sebagai berikut :

                  AKTIVA       =      HUTANG    +      MODAL

  Contoh :
  CV. Seruni pada awal tahun 2010 baru mendirikan usaha perdagangan -garmen . Roni sebagai salah satu
  pemegang sahamnya menyetorkan uang sebesar Rp. 200.000.000,- kemudian Yasin menyetorkan
  Tanah dan bangunan masing-masing sebesar Rp. 200.000.000,- dan Rp. 300.000.000,- dan Noppy
  menyetorkan kendaraan dengan harga pasar Rp. 200.000.000,- CV. Seruni juga meminjam uang dari Bank
  sebesar Rp. 100.000.000,-
  Dari data tersebut diatas maka bentuk persamaan akuntansinya adalah :  

  Kas                     +   Tanah/Bangunan    + Kendaraan          =  Hutang               +   Modal
  300.000.000       +   500.000.000         +  200.000.000     =  100.000.000      +    900.000.000,-  
 

         Pengertian Pajak
Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan UU (yang dapat          dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa-timbal (kontraprestasi), yang langsung dapat  ditunjukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum

            Unsur-unsur Definisi:

1.      Pajak adalah suatu iuran atau kewajiban menyerahkan sebagian kekayaan (pendapatan) kepada negara
2.      Penyerahan itu bersifat wajib. Bagaimana jika tidak dilakukan? hutang itu dapat dipaksakan dengan kekerasan seperi surat paksa dan sita
3.      Perpindahan/ penyerahan itu berdasarkan UU/ Peraturan / Norma yang dibuat oleh Pemerintah yang berlaku umum.
4.      Tidak ada kontraprestasi Langsung dari Pemerintah (Pemungut iuran)
                       

v  Prinsip Akuntansi Pajak

 Prinsip yang terdapat dalam akuntansi pajak adalah sebagai berikut:
1.      Kesatuan Akuntansi
Pada prinsip ini, maka: (1) Perusahaan dianggap satu kesatuan ekonomi yang terpisah dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan sumber-sumber perusahaan.
2.      Kesinambungan
Prinsip ini mengatakan bahwa suatu entitas ekonomi diasumsikan akan terus menerus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan.
3.      Harga Pertukaran Obyektif
Transaksi keuangan harus dinyatakan dengan nilai uang. Obyektif berarti sebagai berikut: (a) tidak dipengaruhi oleh adanya hubungan istimewa, (b) dapat diuji oleh pihak independen, (c) tidak terdapat transfer pricing, (d) tidak ada mark-up, tidak ada KKN, dan sebagainya.
4.      Konsistensi
Prinsip ini mengatakan bahwa penggunaan metode dalam pembukuan tidak bokeh berubah-ubah. Misalkan: (a) penentuan tahun buku, (b) perhitungan penyusutan, (c) perhitungan persediaan, (d) pengakuan nilai kurs valuta asing

v  Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa, yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristiknya. Laporan keuangan (setidaknya) terdiri atas:
1.      Laporan Laba / Rugi
Merupakan suatu ikhtisar yang menyajikan Pendapatan dan Beban perusahaan.
2.      Laporan Perubahan Modal
Merupakan ikhtisar yang menyajikan Modal perusahaan beserta perubahannya
3.      Neraca      
Neraca adalah daftar HartaUtang dan Modal perusahaan pada suatu periode.

v  Persamaan Akuntansi Pajak

Pemahaman terhadap persamaan akuntansi pajak adalah hal yang sangat penting sekali karena semua proses akuntansi semuanya berangkat dari konsep ini.

1.      Perusahaan Tidak Memiliki Utang
Apabila perusahaan tidak memiliki kewajiban (utang), maka seluruh aktiva (harta) perusahaan akan menjadi hak pemilik, maka konsep dasarnya adalah:

AKTIVA = MODAL
 

Contoh :
AKTIVA
MODAL
Kas
Perlengkapan
Modal Tuan Yadi
500.000
300.000
800.000
800.000
800.000


2.      Perusahaan Memiliki Utang
Apabila perusahaan memiliki utang untuk usahanya, maka konsep dasar akuntansinya berkembang seperti di bawah ini:

HARTA = MODAL + UTANG
 


Contoh :
AKTIVA
MODAL
UTANG
Kas
Perlengkapan
Modal Tuan Yadi
Utang Usaha
700.000
300.000
800.000
200.000
1.000.000
1.000.000


3.      Pengaruh Pendapatan dan Biaya
Perusahaan misalkan memperoleh pendapatan dari usahanya, dan perusahaan pun memiliki biaya (beban) atas usahanya, maka pengaruh pada persamaan akuntansinya adalah:
AKTIVA
BIAYA
MODAL
UTANG
PENDAPATAN
Kas
Perlengkapan
B. Gaji
Modal Tn. Yadi
Utang Usaha
Pendapatan Sewa
765.000
300.000
85.000
800.000
200.000
150.000
1.150.000
1.150.000


v  Saldo Normal
Saldo normal merupakan hal penting yang harus dimengerti dalam akuntansi
AKTIVA
BIAYA
MODAL
UTANG
PENDAPATAN
Bertambah (+) = DEBET (D)
Berkurang  (-) = KREDIT (K)
Bertambah (+) = KREDIT (K)
Berkurang  (-) = DEBET (D)

v  Siklus akuntansi
Siklus dalam akuntansi merupakan tahapan pekerjaan yang harus dilakukan dari awal hingga akhirnya menghasilkan laporan keuangan.

v  Jurnal
Seperti yang telah dibahas pada bab sebelumnya, bahwa:          
o   Aktiva & Biaya                            : (+) Debet      (-) Kredit
o   Modal, Utang & Pendapatan     : (+) Kredit     (-) Debet
Konsep diatas digunakan dalam tahap penjurnalan, misalkan ada contoh soal seperti dibawah ini, Transaksi Keuangan CV. Yurina Suryadin Wulandari (Servis Mobil)
-                                                    1 Jan,   Tn. Ahmad menyetorkan uangnya sebagai modal sebesar Rp                                   125.000.000, dimasukkan pada rekening kas sebesar Rp 25.000.000, dan                              pada                     rekening bank sebesar Rp 100.000.000
-                                                     2 Jan,               Membeli peralatan servis sebesar Rp 30.000.000
-                                     4 Jan,               Meminjam uang kepada bank sebesar Rp 80.000.000 dan dimasukkan pada rekening bank
-                                  14 Jan,             Menerima pendapatan servis sebesar Rp 1.650.000
-                                  18 Jan,             Tn. Ahmad mengambil uang yang ada pada bank untuk membayar biaya kuliah anaknya sebesar Rp 3.000.000
Dengan melihat transaksi di atas, maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

Tanggal
Uraian
Debet (Rp)
Kredit (Rp)
1 Jan 2007
Kas
25.000.000


Bank
100.000.000


     Modal Tn. Ahmad

125.000.000

(Modal awal Tn. Ahmad)






2 Jan 2007
Peralatan Servis
3.000.000


     Kas

3.000.000

(membeli peralatan servis)






4 Jan 2007
Bank
80.000.000


     Utang Bank

80.000.000

(meminjam uang pada bank)






14 Jan 2007
Kas
1.650.000


     Pendapatan Servis

1.650.000

(pendapatan servis)


18 Jan 2007
Prive
3.000.000


     Bank

3.000.000





v  Buku Besar
Setelah pencatatan transaksi dilakukan ke dalam jurnal (penjurnalan), maka tahap berikutnya adalah memindahkan ayat-ayat jurnal tadi ke akun-akun, proses ini dinamakan pemindahbukuan atau dalam bahasa akuntansinya disebut Posting ke buku besar. Buku besar adalah kumpulan atas transaksi-transaksi dari akun-akun yang sejenis. Dibawah ini diperlihatkan cara-cara pemindahbukuan (posting)
Jurnal
Tanggal
Uraian
Debet (Rp)
Kredit (Rp)
1 Mei 2006
Biaya Gaji
2.500.000


     Kas

2.500.000

(pembayaran biaya gaji)



Buku Besar
Akun Biaya Gaji
Tanggal
Uraian
Debet
Kredit
Saldo
Debet
Kredit
1 Mei

2.500.000

2.500.000








Akun Kas
Tanggal
Uraian
Debet
Kredit
Saldo
Debet
Kredit
1 Mei


2.500.000

2.500.000
10 Mei

6.000.000

3.500.000



v  Neraca Saldo
Bagaimana caranya agar anda yakin bahwa anda tidak membuat kesalahan dalam melakukan posting ke kolom debit dan kredit buku besar? Caranya adalah dengan membuat Neraca Saldo. Seperti yang kita ketahui bersama setiap buku besar pastilah memiliki saldo akhir dari setiap akunnya, angka atau saldo akhir inilah yang kita masukkan ke dalam neraca saldo. Dibawah ini adalah cara memasukkan angka-angka dari buku besar ke neraca saldo sekaligus contoh bentuk atau form standar Neraca Saldo:

Buku Besar

Akun Kas
Tgl
Uraian
Debet
Kredit
Saldo
Debet
Kredit
1 Jan
Modal awal
25.000.000

25.000.000

2 Jan
Beli Peralatan

3.000.000
22.000.000

14 Jan
Pendapatan
1.650.000

23.650.000

20 Jan
Listrik & Telp

530.000
23.120.000

Neraca Saldo

PT. XXX
Neraca Saldo
31 Desember 2006

Kas                                                      Rp 23.120.000
Piutang Usaha                                     Rp xxx
........                                                    Rp xxx
Utang .....                                                                                Rp xxx
Modal Tn .....                                                                          Rp xxx
Pendapatan .....                                                                       Rp xxx
Biaya ...                                               Rp xxx                                               
                                                                  Rp YYY                     Rp YYY









v  Laporan Keuangan

Dibawah ini akan dijelaskan 3 laporan yang secara umum akan disajikan pada pemakai laporan.
1.                  Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi merupakan laporan yang akan menyajikan posisi keuangan dalam hal laba atau rugi nya. Dalam laporan ini, terdapat 2 (dua) pos yang akan disajikan yaitu pos Pendapatan dan Beban

PT. XXX
Laporan Laba Rugi
31 Desember 2006

PENDAPATAN:
-          Pendapatan Usaha                  Rp xxx
-          Pendapatan ........                    Rp xxx (+)
Total Pendapatan                                            Rp XXX
BEBAN:
-          B. Gaji                                     Rp xxx
-          Beban ...                                  Rp xxx (+)
Total Beban                                                     Rp XXX (-)
LABA (RUGI) BERSIH                               Rp XXX
            Jika Rugi, tambahkan tanda kurung









2.                  Laporan Perubahan Modal

Laporan Perubahan Modal (LPM) merupakan laporan yang akan menyajikan posisi modal akhir yang kita miliki.

PT. XXX
Laporan Perubahan Modal
31 Desember 2006

Modal Awal                                        Rp xxx
Penambahan Modal                            Rp xxx
Laba (Rugi) Usaha                              Rp xxx (+)
                                                            Rp XXX
Prive                                                    Rp XXX (-)

Modal Akhir                                       Rp XXX










3.                  Neraca

Neraca merupakan tahap terakhir dari laporan keuangan yang menjelaskan posisi keuangan perusahaan dilihat dari pos Aktiva/Harta, Utang dan Modal. Untuk mengisi neraca ini, maka kita berpatokan pada Neraca Saldo yang telah disusun sebelumnya, akan tetapi untuk pos Pendapatan dan Beban tidak dicantumkan (dihapuskan). Tuliskan semua akun-akun yang berada pada pos Aktiva, Utang dan Modal (modal akhir yang telah disusun sebelumnya pada laporan perubahan modal)


PT. XXX
Neraca
Per 31 Desember 2006
Aktiva Lancar
-                            Kas                              Rp xxx
-                            Bank                            Rp xxx
-                            Piutang                        Rp xxx
-                            ........                            Rp xxx (+)
      Total Aktiva Lancar                               Rp XXX
Aktiva Tetap
-                            Tanah                          Rp xxx
-                            Bangunan        Rp xxx
-                            Akm. Peny. Mesin        (Rp xxx) (+)
      Total Aktiva Tetap                                 Rp XXX (+) 

TOTAL AKTIVA                                                      Rp YYY

Utang
-                            Utang Usaha               Rp xxx
-                            Utang ....                     Rp xxx (+)

TOTAL UTANG                                                        Rp YYY

Modal
-                            Modal (Akhir)             Rp xxx

TOTAL MODAL                                                       Rp YYY

1 komentar: